TeamWork dalam Organisasi
Definisi Teamwork
Pengertian team work adalah sebuah sistem pekerjaan yang
kerjakan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan tujuan yang direncanakan
bersama. Kerja sama dalam tim kerja menjadi sebuah kebutuhan dalam mewujudkan
keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja akan
menjadi suatu daya dorong yang memiliki energi dan sinergisitas bagi
individu-individu yang tergabung dalam kerja tim. Komunikasi akan berjalan baik
dengan dilandasi kesadaran tanggung jawab tiap anggota.
Tracy (2006) menyatakan bahwa teamwork merupakan
kegiatan yang dikelola dan dilakukan sekelompok orang yang tergabung dalam satu
organisasi. Teamwork dapat meningkatkan kerja sama dan komunikasi di dalam dan
di antara bagian-bagian perusahaan. Biasanya teamwork beranggotakan
orang-orang yang memiliki perbedaan keahlian sehingga dijadikan kekuatan dalam
mencapai tujuan perusahaan.
Pernyataan di atas diperkuat Dewi (2007) kerja tim
(teamwork) adalah bentuk kerja dalam kelompok yang harus diorganisasi dan
dikelola dengan baik. Tim beranggotakan orang-orang yang memiliki keahlian yang
berbeda-beda dan dikoordinasikan untuk bekerja sama dengan pimpinan. Terjadi
saling ketergantungan yang kuat satu sama lain untuk mencapai sebuah tujuan
atau menyelesaikan sebuah tugas. Dengan melakukan teamwork diharapkan
hasilnya melebihi jika dikerjakan secara perorangan.
Stephen dan Timothy (2008) menyatakan teamwork adalah
kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi
daripada jumlah masukan individual. Teamwork menghasilkan sinergi positif
melalui usaha yang terkoordinasi. Hal ini memiliki pengertian bahwa kinerja
yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik daripada kinerja perindividu di suatu
organisasi ataupun suatu perusahaan.
Jenis Teamwork
Dalam teamwork terdiri dari 6 (enam) jenis, yaitu:
1) Tim Formal
Tim formal adalah sebuah tim yang dibentuk oleh organisasi
sebagai bagian dari struktur organisasi formal.
2) Tim Vertikal
Tim vertikal adalah sebuah tim formal yang terdiri dari
seorang manajer dan beberapa orang bawahannya dalam rantai komando organisasi
formal.
3) Tim Horizontal
Tim horizontal adalah sebuah tim formal yang terdiri dari
beberapa karyawan dari tingkat hirarki yang hampir sama tapi berasal dari area
keahlian yang berbeda.
4) Tim dengan Tugas Khusus
Tim dengan tugas khusus adalah sebuah tim yang dibentuk
diluar organisasi formal untuk menangani sebuah proyek dengan kepentingan atau
kreativitas khusus.
5) Tim Mandiri
Tim Mandiri adalah sebuah tim yang terdiri dari 5 hingga 20
orang pekerja dengan beragam keterampilan yang menjalani rotasi pekerjaan untuk
menghasilkan sebuah produk atau jasa secara lengkap, dan pelaksanaannya diawasi
oleh seorang annggota terpilih.
6) Tim Pemecahan Masalah
Tim pemecahan masalah adalah biasanya terdiri dari 5 hingga
12 karyawan yang dibayar perjam dari departemen yang sama, dimana mereka
bertemu untuk mendiskusikan cara memperbaiki kualitas, efisiensi, dan lingkungan
kerja.
Kemudian ada 3 (tiga) tipe tim, yaitu:
a) Problem solving team
Sebuah tim yang dibentuik untuk mengatasi berbagai masalah
yang muncul dalam upaya memperbaiki produktivitas. Pada dasarnya, kegiatan tim
ini adalah mengidentifikasikan berbagai masalah, mendiskusikan bagaimana
memecahkan masalah tersebut dan melakukan tindakan untuk memperbaiki. Anggota
tim biasanya berasal dari satu departemen yang beranggotakan kurang lebih
sepuluh orang yang melakukan pertemuan rutin setiap minggu.
b) Self managed team
Sebuah tim yang dimaksudkan untuk memperbaiki produktivitas
dengan memberikan kewenangan pada kelompok untuk mengatur kerja mereka,
misalnya menjadwal kerja, menentukan metode kerja, mengawasi anggota, memberi
reward dan hukuman bagi anggota dan merekrut anggota. Keanggotaan ini biasanya
berasal dari satu departemen yang melakukan tugas yang sama.
c) Cross functional team
Sebuah tim yang ditujukan untuk menyelesaikan tugas-tugas
khusus, misalnya pengembangan produk baru atau perencanaan dan perubahan sistem
kompensasi. Anggota tim ini berasal dari berbagai departemen yang memiliki
keahlian dan orientasi yang berbeda yang bekerjasama untuk mencapai suatu
tujuan.
Karakteristik
Teamwork
Dalam teamwork terdapat beberapa karakteristik. Diantaranya:
A. Ukuran
Secara umum, ketika ukuran tim meningkat, akan lebih sulit
bagi setiap anggota untuk dapat saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama
lain. Ukuran kelompok mengusulkan hal hal berikut ini :
1. Tim
kecil ( 2 sampai 4 anggota ) menunjukan lebih banyak persetujuan, mengajukan
lebih banyak pertanyaan, dan bertukar lebih banyak opini. Merek cenderung
bersikap informaldan tidak banyak menuntut pemimpin.
2. Tim
besar cenderung memiliki lebih banyak perselisihan pendapat dan perbedaan
opini. Karena kurangnya kepuasan dihubungkan dengan tugas yang
dispesialisasikan serta komunikasi yang buruk, para anggota tim memiliki
sedikit kesempatan untuk berpatisipasi dan merasakan keakraban kelompok.
B. Peran Anggota
Dalam tim – tim yang sukses syarat kinerja tugas dan
kepuasan social dipenuhi oleh munculnya dua jenis peran yaitu spesialis tugas
dan sosioemosional.
Orang – orang yang memainkan peran spesialis tugas menghabiskan
waktu dan energi untuk membantu tim meraih tujuannya. Mereka sering
memperlihatkan perilaku – perilaku berikut :
a) Memprakarsai ide
b) Memberikan opini
c) Mencari informasi
d) Meringkas
e) Memberi semangat
Orang – orang yang menggunakan peran sosioemosional mendukung
kebutuhan emosional para anggota tim dan membantu menguatkan kesatuan social.
Mereka memperlihatkan perilaku – perilaku berikut :
a) Mendorong
b) Berpadu
c) Mengurangi Ketegangan
d) Mengikuti
e) Berkompromi
Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat
ciri – ciri, yaitu :
1) Terdiri dari 2 orang atau lebih
2) Adanya interaksi yang terus menerus
3) Adanya pengembangan identitas kelompok
4) Adanya norma – norma kelompok
5) Adanya diferensiasi peran
6) Peran yang saling tergantung
7) Produktivitas bertambah atau meningkat
Manfaat Dan Fungsi
Teamwork
Manfaat tim bagi individu dan tim bagi organisasi, yaitu:
A. Manfaat tim bagi
individu
1) Pekerjaan lebih bervariasi
2) Lebih banyak kebebasan untuk membuat dan
menindaklanjuti keputusan yang benar
3) Meningkatkan kesempatan untuk
mempelajari keahlian baru
B. Manfaat tim bagi
organisasi
1) Meningkatkan komitmen terhadap keputusan
yang diambil
2) Meningkatkan produktivitas tim kerja
3) Lebih fleksibel dalam operasional kerja
4) Meningkatkan rasa tanggungjawab
Tahap Perkembangan
Teamwork
Hal yang sangat mendasar dalam mewujudkan keutuhan sebuah
tim agar dapat berkinerja dan berdaya guna adalah dengan melakukan perancangan
tim yang baik. Pentingnya perancangan tim yang baik diuraikan Griffin (2004)
dengan membagi ke dalam 4 (empat) tahap perkembangan, yaitu:
a) Forming
(pembentukan), adalah tahapan di mana para anggota setuju untuk bergabung
dalam suatu tim. Karena kelompok baru dibentuk maka setiap orang membawa
nilai-nilai, pendapat dan cara kerja sendiri-sendiri. Kelompok cenderung belum
dapat memilih pemimpin (kecuali tim yang sudah dipilih ketua kelompoknya
terlebih dahulu).
b) Storming
(merebut hati), adalah tahapan di mana kekacauan mulai timbul di dalam tim.
Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota
kelompok tidak ragu-ragu untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu.
Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah- masalah
pribadi, semua bersikeras dengan pendapat masing-masing. Komunikasi yang
terjadi sangat sedikit karena masing-masing orang tidak mau lagi menjadi
pendengar.
c) Norming
(pengaturan norma), adalah tahapan di mana individu-individu dan subgroup
yang ada dalam tim mulai merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang
untuk menghindari team tersebut dari kehancuran (bubar). Karena semangat
kerjasama sudah mulai timbul, setiap anggota mulai merasa bebas untuk
mengungkapkan perasaan dan pendapatnya kepada seluruh anggota tim.
d) Performing
(melaksanakan), adalah tahapan merupakan titik kulminasi di mana team sudah
berhasil membangun sistem yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara
produktif dan efisien. Pada tahap ini keberhasilan tim akan terlihat dari
prestasi yang ditunjukkan.
Kekuatan Teamwork
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling
bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak
menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat
dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim,
beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci
kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan
ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera
menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan
terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi
yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting
untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.
Berikut poin-poin teamwork yang baik:
Berikut poin-poin teamwork yang baik:
1) Teamwork
adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan
kepentingan.
2) Sama-sama
bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
3) Filosofi
teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa
yang saya tidak bisa.
4) Ketika
berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus
disingkirkan.
5) Dalam
teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
6) Keragaman
individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa
menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
7) Saling
pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi
modal sukses bersama.
8) Jika
setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan
segera terealisasi.
9) Individu
yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan
jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama
bermuara kemana?
10) Keahlian masing-masing sungguh
menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
11) Kendalikan ego dan emosi saat
bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan kerjasama.
12) Dengan pemahaman yang tinggi soal
karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang
lama.
13) Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork
makes the dream work’.
Ciri-Ciri Teamwork
yang Efektif
Ciri-ciri teamwork yang efektif, diantaranya:
A. Tujuan yang sama.
Jika semua anggota tim mendayung ke arah yang sama, pasti
kapal yang didayung akan lebih cepat sampai ke tempat tujuan, dari pada jika
ada anggota tim yang mendayung ke arah yang berbeda, berlawanan, ataupun tidak
mendayung sama sekali karena bingung ke arah mana harus mendayung. Jadi,
pastikan bahwa tim memiliki tujuan dan semua anggota tim Anda tahu benar tujuan
yang hendak dicapai bersama, sehingga mereka yakin ke arah mana harus
mendayung.
B. Antusiasme yang tinggi.
Pendayung akan mendayung lebih cepat jika mereka memiliki
antusiasme yang tinggi. Antusiasme tinggi bisa dibangkitkan jika kondisi kerja
juga menyenangkan: anggota tim tidak merasa takut menyatakan pendapat, mereka
juga diberi kesempatan untuk menunjukkan keahlian mereka dengan menjadi diri
sendiri, sehingga kontribusi yang mereka berikan juga bisa optimal.
C. Peran dan tanggung jawab yang jelas.
Jika semua ingin menjadi pemimpin, maka tidak akan ada yang
mendayung. Sebaliknya, jika semua ingin menjadi pendayung, maka akan terjadi
kekacauan karena tidak ada yang memberi komando untuk kesamaan waktu dan arah
mendayung. Intinya, setiap anggota tim harus mempunyai peran dan tanggung jawab
masing-masing yang jelas. Tujuannya adalah agar mereka tahu kontribusi apa yang
bisa mereka berikan untuk menunjang tercapainya tujuan bersama yang telah
ditentukan sebelumnya.
D. Komunikasi yang efektif.
Dalam proses meraih tujuan, harus ada komunikasi yang
efektif antar-anggota tim. Strateginya: Jangan berasumsi. Artinya, jika Anda
tidak yakin semua anggota tim tahu apa yang harus menjadi prioritas utama untuk
diselesaikan, jangan berasumsi, tanyakan langsung kepada mereka dan berikan
informasi yang mereka perlukan.
E. Resolusi Konflik.
Dalam mencapai tujuan mungkin saja ada konflik yang harus
dihadapi. Tetapi konflik ini tidak harus menjadi sumber kehancuran tim.
Sebaliknya, konflik ini yang dapat dikelola dengan baik bisa dijadikan senjata
ampuh untuk melihat satu masalah dari berbagai aspek yang berbeda sehingga bisa
diperoleh cara baru, inovasi baru, ataupun perubahan yang memang diperlukan
untuk melaju lebih cepat ke arah tujuan.
F. Shared power.
Jika ada anggota tim yang terlalu dominan, sehingga segala
sesuatu dilakukan sendiri, atau sebaliknya, jika ada anggota tim yang terlalu
banyak menganggur, maka pasti ada ketidakberesan dalam tim yang lambat laun
akan membuat tim menjadi tidak efektif. Jadi, tiap anggota tim perlu diberikan
kesempatan untuk menjadi ”pemimpin”, menunjukkan ”kekuasaannya” di bidang yang
menjadi keahlian dan tanggung jawab mereka masing-masing. Sehingga mereka
merasa ikut bertanggung jawab untuk kesuksesan tercapainya tujuan bersama.
G. Keahlian.
Tim yang terdiri dari anggota-anggota dengan berbagai
keahlian yang saling menunjang akan lebih mudah bekerja sama mencapai tujuan.
Berbagai keahlian yang berbeda tersebut dapat saling menunjang sehingga
pekerjaan menjadi lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan.
H. Evaluasi.
Bagaimana sebuah tim bisa mengetahui sudah sedekat apa
mereka dari tujuan, jika mereka tidak menyediakan waktu sejenak untuk melakukan
evaluasi? Evaluasi yang dilakukan secara periodik selama proses pencapaian
tujuan masih berlangsung bisa membantu mendeteksi lebih dini penyimpangan yang
terjadi, sehingga bisa segera diperbaiki.
Cara Membangun
Teamwork
Agar dapat membangun sebuah tim yang bagus dan baik,
diperlukan lebih dari sekadar mengumpulkan orang-orang yang tepat. Sebab, ujian
utama dari leadership sebenarnya adalah menciptakan lingkungan dimana
setiap individu mau bekerja secara kooperatif dan kolaboratif.
Dalam membangun kerja sama tim yang lebih baik, caranya
adalah :
1. Fokus
Jelaskan rencana jangka panjang organisasi dan lakukan follow-up dengan
teratur. Orang-orang sering kali terlalu fokus pada masalah hari ini dan
pekerjaan rutinnya, sehingga kehilangan gambaran dari tujuan utama secara
keseluruhan.
2. Definisikan
Peran
Garis bawahi dengan jelas tanggung jawab dan peran setiap
individu dalam suatu tim. Hal ini sangat penting untuk menjamin kesuksesan tim.
Pemahaman tim terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing akan sangat
membantu dalam pelaksanaan kerja sama tim secara kolaboratif.
3. Tetapkan
Tujuan
Anggota tim perlu memperhatikan tujuan individu maupun
tujuan tim. Dukunglah mereka untuk menentukan tujuan jangka pendek yang dapat
diraih dan dapat diukur, serta tujuan jangka panjang. Dengan tujuan yang jelas dan
kode etik atau aturan tertentu, tim akan mulai bisa mengatur dirinya sendiri
untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
4. Bagikan
Informasi
Informasi yang disembunyikan akan dianggap sebagai gosip
atau rumor. Produktivitas dan moral tim akan menurun bila mereka menemukan
banyak informasi yang tidak jelas berkeliaran, terutama di masa-masa sulit atau
peralihan. Bagikan dan sebarkanlah semua informasi yang memang perlu
dikomunikasikan ke semua anggota tim, dan jangan lupa untuk terus meng-update informasi
tersebut sesering mungkin.
5. Kepercayaan
Jadilah orang yang dapat dipercaya dan diandalkan. Hargailah
kata-kata Anda sendiri. Bila Anda seorang pemimpin dan Anda sudah berjanji
untuk memberikan sesuatu kepada anak buah, maka pastikan Anda menepati janji
tersebut.
6. Dengarkan
Bersikaplah terbuka terhadap ide-ide dari anggota tim lain.
Berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pendapat dalam rapat atau
saat brainstorming. Pertimbangkan setiap saran mereka. Kita tidak
akan pernah benar-benar tahu saran dan pendapat mana yang terbaik sampai kita
sendiri membuktikannya.
7. Bersabar
Bila tim Anda terlihat bermasalah dan tidak menunjukkan
hasil apa pun, bersabarlah. Beri waktu dan amati perkembangannya. Sering kali
mereka bisa mengatasi masalahnya sendiri, dan Anda perlu mengawasi dan
mengamati saja.
8. Dukungan
Setiap anggota tim harus ditantang untuk berkontribusi dalam
segala hal. Dorong mereka untuk ikut training bila memang diperlukan dan beri
kesempatan untuk keluar dan melakukan sendiri tugas-tugasnya. Mereka perlu
merasa nyaman dalam melakukan tugas supaya dapat menemukan potensi unik dalam
diri mereka sendiri.
9. Tunjukan
Antusiasme
Antusiasme mudah menular. Selalulah bersikap positif dan
penuh harap. Bila mereka melihat Anda mengharapkan sesuatu dari mereka, maka
ada peluang mereka akan memberikan yang terbaik dan berusaha tidak mengecewakan
Anda. Fokuslah juga pada hal-hal yang dikerjakan dengan benar, dan tidak selalu
melihat kesalahan orang lain saja.
10. Have Fun
Bangun semangat yang ada di dalam tim agar bisa selalu
memberikan energi yang tinggi dan spirit persatuan. Sediakan waktu
untuk tertawa bersama dan ciptakan suasana yang sesantai mungkin.
11. Delegasi
Jelaskan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana caranya
(bila diperlukan), lalu biarkan. Lebih baik lagi jika Anda dapat menjelaskan
masalah yang ada dan seperti apa hasil yang Anda inginkan. Lalu, biarkan tim
Anda mengembangkan cara mereka sendiri untuk menyelesaikan tugas tersebut
sesuai waktu yang telah ditetapkan.
12. Berikan Penghargaan
Rayakan keberhasilan bersama-sama dan berikan penghargaan
kepada anggota tim tapi tidak secara individual. Hindari semua tindakan yang
bisa menimbulkan kecemburuan di antara anggota.
Terakhir, yang penting adalah terus-menerus memberi
inspirasi kepada semua anggota tim. Bila berbicara tentang hal apa pun yang
berhubungan dengan tim, gunakanlah kata 'kita' dan bukan kata 'saya'.
Bekerja Sama Dalam
Teamwork
Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai
pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan
tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan
dari pribadi yang paling populer di tim.
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling
bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak
menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat
dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim,
beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Menjalani suatu track kehidupan
pekerjaan, tak kan mudah kita bisa berpaling dari suasana yang
menuntut keharusan bekerja sama, atau bisa dikata, lebih dari
sekedar bekerja bersama-sama atau bahkan dikatakan bersama-sama bekerja
dengan teman kerja (team work).
Ada saat kita berposisi sebagai staf, namun lambat atau
cepat, bisa juga beralih posisi sebagai manajer. Berikut adalah tips bekerja
sama dalam team work sehingga mungkin bisa sedikit membantu agar tercapai
harmoni dan soliditas antar sesama anggota tim.
1. Mengenal
setiap personil tim.
2. Temukan
kesamaan untuk memperlancar komunikasi carilah kesamaan antara Anda dan rekan
sekerja.
3. Hargai
kesempatan orang lain bicara.
4. Bersikap
ramah.
5. Tuliskan dan
dokumentasikan.
6. Terbuka
dan jujur.
7. Kendalikan
emosi.
8. Selalu tawarkan solusi.
Implikasi Pada
Manajerial
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti
akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah
satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen.
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1) Implikasi
prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja
dan formulasi kebijakan
2) Implikasi
kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Implikasi manajerial dalam hal pembentukan kelompok sangat
terlihat pada pembentukan team work pada suatu perusahaan. Perusahaan
dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka
melalui team work. Pemimpin perusahaan juga dapat lebih mudah dalam
mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai
dengan hasil pencapaian baik secara umum melalui team work maupun
secara khusus melalui anggota-anggotanya.
Dalam pengambilan keputusan dibidang manajerial, seorang
pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi sebuah
permasalahan yang harus diberikan jalan keluar. Ketrampilan seorang pemimpin
dalam hal ini harus selalu diasah karena permasalahan yang muncul akan semakin
kompleks dan semakin membutuhkan pertimbangan yang matang. Dibutuhkan kebijaksanaan
dalam mengambil keputusan-keputusan penting, tetapi resiko dari keputusan yang
telah diambilpun harus bisa diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu
penting untuk seorang pemimpin memperhatikan detail dari semua aspek yang ada,
sebisa mungkin sebuah keputusan harus diambil untuk kebaikan dan keadilan
semuanya.
Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton
yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan
“concern for production”. Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima
gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu:
1. Improvised
artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan
tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
2. Country
Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu
artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan
suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
3. Team yaitu
kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung
kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen.
Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling
memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan
penghargaan.
4. Task
artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan
organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
5. Midle Road
artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan
hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi
dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara
moral individu pada tingkat yang memuaskan.
Komentar
Posting Komentar